Pada lagu Panggung Sandiwara bermakna bahwa manusia dalam kehidupannya selalu memainkan peran, mulai dari peran baik, jahat hingga ada peran berpura-pura. Hal senada disampaikan oleh sosiolog bernama Erving Gofman mengenai pandangan dramaturgi yang mengibaratkan dunia dengan panggung sandiwara dimana kita sebagai individu menjadi aktor yang memainkan peran dalam hubungan sosial sebagai penampilan kita yang tunduk pada skenario yang ada. Dalam panggung sandiwara itu, kita harus mampu menampilkan “kesan” kepada sesamanya agar bisa meyakinkan orang lain mengenai kesan kita tersebut.
Sejak lahir sebagai manusia, kita ini ibarat memasuki dunia teater dan terus berakting sesuai dengan usia, hingga pada usia tua, itulah episode yang akan kita terus mainkan. Sebagai seorang mahluk sosial pasti manusia menjalankan perannya tak luput dari berbagai kesalahan. Misalnya DPR yang harusnya menjadi penghubung rakyat dengan pemerintah malah menyuarakan sesuatu yang menguntungkan mereka. Seorang laki-laki yang berjaniji akan sehidup semati dengan wanitanya, ternyata malah pergi meninggalkannya lantaran menemukan wanita yang lebih dari sebelumnya. Mungkin itu bisa menjadi salah satu contoh manusia yang munafik yang terkandung dalam lagu Panggung Sandiwara.
Terkadang manusia bersikap arogan/seenaknya hanya untuk menutupi kelemahannya. meski dihati kecilnya hanya ingin mempertahankan, sekedar tidak ingin kehilangan, hingga lagi–lagi perannya tidak terpenuhi dan sering juga merasa kecewa. Makna pada lagu Panggung Sandiwara, sesorang pada umumnya mencoba mempertunjukan gambaran mengenai diri mereka sendiri di depan umum, dengan semua topeng yang mereka punya. Lalu saat itu pula kita berusaha untuk memainkan peran kita sebaik-baiknya agar penonton memahami tujuan dari perilaku kita. Layaknya seorang aktor yang tengah bermain drama. Disini aktor ingin menyampaikan kesan bahwa mereka lebih akrab dengan lawan bicaranya ketimbang dalam kehidupan sebenarnya. Sedangkan ketika berada di belakang panggung, dengan kondisi tidak ada penonton. Sehingga kita dapat berperilaku bebas tanpa mempedulikan naskah perilaku bagaimana yang harus kita bawakan.
Ketika kita dihadapan orang banyak/ bersosialisasi, kita harus menunjukan sikap diri yang sebaik-baiknya, tak peduli apa kita sedang bahagia, menangis, terluka, tertekan. Harus selalu terlihat baik-baik saja. Bila kita sedang sendirian/jauh dari hiruk pikuk dunia sosial, kita akan menjadi diri sendiri yang takkan orang lain mengerti dan membuka topeng yang kita pakai selama beraktivitas. Dalam lagu Panggung Sandiwara ini juga kita terapkan di depan umum ketika banyak yang melihat, atau dengan orang yang lebih tua, dan bagaimana kita berperilaku saat kita sendirian atau saat kita sedang ada di rumah. Disini ada front stage dan back stage, maka itu akan selalu ada perbedaan berperilaku ketika akan ditampilkan dan ada yang kita sembunyikan.
