Analisis Sederhana Unsur Fisik dan Batin Puisi

Judul Buku: Fragmen: Sajak-sajak Baru

Nama Penyair: Goenawan Mohamad

Judul Puisi: Ada Sebuah dinding


 ADA SEBUAH DINDING

Karya Goenawan Mohamad


Ada sebuah dinding

dengan ajal yang bergerak

Seperti siluet tangan

Seorang anak


Ada selembar pagar

ada sepasang inisial

ada nama yang mati

namaku yang mati

 

 

Analisis Unsur Fisik dan Batin Puisi

A. Unsur Fisik

1. Diksi: Siluet, sepasang inisial.

 Argumen: diksi ialah pilihan kata-kata yang unik, khas yang digunakan oleh penyair.

pada diksi 'siluet' memiliki arti pembentukan yang hitam atau terblok dengan warna yang gelap. Dan 'sepasang inisial' bisa memiliki arti sepasang nama.

Bait 1, larik ke-3 / seperti siluet tangan /

Bait 2, larik ke-2 / ada sepasang insial /

 

2. Imaji: citraan penglihatan (visual), dan citraan gerak.

Argumen: Citraan visual yaitu sesuatu benda seolah-olah bisa dilihat bentuknya dalam imaji yang kita ciptakan.

'ada sebuah dinding’ ketika membaca larik pertama bait pertama ini imaji yang tergambar yaitu seperti ada dinding yang terlihat.

'seperti siluet tangan' pada saat penggambaran siluet tangan ini seolah-olah kita akan melihat adanya bayangan hitam ataupun bayangan gelap tangan yang terlihat.

Pada 'selembar pagar' kita akan merealisasikan bagaimana bentuk yang terlihat dari selembar pagar tersebut, seperti yang kita ketahui juga bahwa pagar biasanya dibentuk dari bahan dasar kayu ataupun pagar bambu dan juga pagar besi.

 Selain adanya citraan penglihatan, ada juga citraan gerak. Citraan gerak ialah sebuah imaji yang bisa bergerak, dan bagaimana sesuatu hal itu bisa bergerak, maka akan tergambar oleh kita, gerakannya.

 Larik puisi pertama bait 1 /Ada sebuah dinding/, larik ke-2 /...ajal yang bergerak/ serta larik ketiga /seperti siluet tangan/.

Citraan gerak pada bait 2 larik pertama /ada selembar pagar/

 

3. Kata Konkret: sebuah dinding, selembar pagar, sepasang inisial, ada nama yang mati.

Argumen: kata 'dinding'

memiliki arti sebuah penyekat ruang, pembatas. Jadi pada bait pertama larik pertama ini memiliki kata konkret yang menandakan bahwa ada sebuah pembatas antar kehidupan dengan kematian namun tidak terlihat karena terhalang oleh pembatas tersebut, sesuai dengan ketetapanNya.

selembar pagar' jika dikonkretkan bisa memiliki arti 'batu nisan' bentuk nisan ini ialah di kiaskan dengan kata 'selembar pagar' pagar yang dimaksud ini terbuat dari kayu ataupun sepapan kayu untuk dijadikan media penulisan nama nisan.

Kata kongkret dari ‘sepasang inisial' ini bisa dikonkretkan dengan sebuah nama yang akan terukir pada batu nisan. Nama yang terukir di nisan, akan diberi nama dan juga Bin/Binti. Ini menjadi penjelas dari penggunaan 'selembar pagar' yaitu batu nisan yang dituliskan nama orang yang meninggal.

Lalu kata konkret 'ada nama yang mati' ialah merajuk pada seseorang yang telah tiada yang namanya tertulis pada nisan.

Jadi pada puisi ini. Kata konkret dikiaskan agar pembaca menerka-nerka apa maksud dari tiap lariknya.

Bait pertama larik 1

/Ada sebuah dinding/

Bait kedua larik 1, 2, dan 3.

/ada selembar pagar/

/ada sepasang inisial/

/ada nama yang mati/

 

4. Majas: personifikasi, simile, metafora.

Argumen:

1.      Majas personifikasi yaitu majas yang menganggap atau menggunakan benda mati lalu seolah-olah hidup. contoh yang menggunakan majas personifikasi yaitu pada bait pertama larik kedua /dengan ajal yang bergerak/  ajal tidak mungkin bergerak karena yang kita ketahui yang bergerak itu adalah manusia atau anggota badan. Jadi maksud dari ajal yang bergerak ini ialah kata kiasan untuk menyampaikan bahwa kematian itu sudah pasti dan akan datang.

2.      Majas perbandingan (simile) yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan hal lainnya dengan menggunakan kata-kata penghubung ataupun pembanding pada sebuah kegiatan dengan sebuah ungkapan. Misalnya seperti, bak, laksana, bagai, seumpama, dll., Pada bait pertama larik ke-3 /sepeti siluet tangan/ Pada kata 'seperti' ini  mengungkapkan bahwa seolah-olah terlihat adanya bayangan hitam dan membandingkan ataupun menghubungkan antara larik ke-2 dengan ke-3.

3.      Majas  metafora diartikan sebagai pemakaian kata yang bukan merujuk kepada arti yang sebenarnya, melainkan sebagai penggambaran yang berdasarkan atas persamaan maupun  perbandingan yang hampir mirip dengan majas simile. Namun, metafora tidak menggunakan kata seperti, bagai, bak, dll.

 Pada bait pertama /dengan ajal yang bergerak/ Pada 'dengan' memiliki arti bersama-sama. Lalu 'ajal' ialah kematian yang telah di tetapkan olehNya. Pada kata 'yang' sebagai penjelas kata berikutnya. Kemudian 'bergerak' adalah posisi yang berpindah, misalnya dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi, jika di gabungkan bisa menjadi sebuah kalimat 'kematian akan segera tiba'

 Pada bait kedua larik 3 /ada nama yang mati/  'ada' memiliki arti sudah hadir atau telah sedia. 'nama' kata yang digunakan untuk menyebut seseorang, hewan dan lainnya.  'yang' merupakan kata untuk menyatakan kata ataupun kalimat selanjutnya.'mati' tidak lagi menghembuskan nafas, atau sudah hilang nyawanya. Pada larik ini bisa menjadi kalimat 'ada seseorang yang meninggal'

 

5. Versifikasi: rima bebas, rima akhir yang berangkai atau berpasangan.

Argumen: Rima bebas ialah sebuah suku kata yang memiliki persamaan bunyi bebas. Yaitu

Pada bait pertama

/Ada sebuah dinding/ memiliki rima /a/

/dengan ajal yang bergerak/ rima /b/

/Seperti siluet tangan/ rima /b/

/Seorang anak/ rima /b/

 

Pada bait ke-2 menggunakan rima akhir yang berangkai atau berpasangan, karena larik pertama dan kedua adalah berima /a/ dan larik keriga serta keempat adalah /b/

/Ada selembar pagar/ berima /a/

/ada sepasang inisial/ berima /a/

/ada nama yang mati/ berima /b/

/namaku yang mati/ berima /b/

 

Pada puisi ini, menggunakan ritma, ritma yaitu bisa berupa suatu ikatan pada bait dengan menggunakan keterangan kalimat.

Pada bait pertama larik 1 digunakan frasa /... sebuah dinding/

Pada bait kedua digunakan kata /...selembar pagar/ pada larik kedua digunakan kata /... sepasang inisial/ pada larik kedua digunakan frasa /...nama yang mati/

 

Setiap bait puisi 'ada sebuah dinding' ini diikat dengan kata-kata pengikat sehingga pada bait seakan muncul sebuah gelombang irama baru, yang menjadikan puisi ini beritma.

 

6. Tipografi: adalah bentuk keindahan visual yang ada dalam sebuah puisi (gaya penulisan puisi)

Argumen: Tipografi pada puisi 'ada sebuah dinding' memiliki keunikan pada setiap larik dan juga baitnya. Yang membuatnya unik adalah tidak adanya penggunaan tanda baca titik (.)

 

 

 

 

B. Unsur Batin

1. Tema: Ketuhanan atau religi

Argumen: karena pemilihan diksi kiasannya menunjukkan sisi religius si Penyair dengan mengingat pada kematian, dan juga pengalaman religi Penyair. pada beberapa diksi 'mati' ditulis dua kali.

Misalnya pada bait kedua, larik ketiga /ada nama yang mati/ lalu larik keempat /namaku yang mati/

 

2. Perasaan: keharuan, sedih.

Argumen: Seperti pada bait pertama larik keempat / dengan ajal yang bergerak/  pada larik ini, penyair seperti mengingatkan bahwa ajal (kematian) terus berjalan kearah kita dan seolah menyadarkan bahwa kematian itu pasti akan datang.

dan bait ke-2 larik ke-4 /namaku yang mati/ pada bait ini penyair seoalh menegaskan bahwa kelak kematian itu akan menghampiri dirinya.

 

3. Nada dan suasana: nada yang terdapat dalam puisi ini adalah mengingatkan kepada ajal atau kematian, penyair juga menyadari bahwa penyair pun tidak bisa lari dari kematian.

Suasana pada puisi ini  yaitu keharuan, kesedihan (elegi)

Bait pertama larik ke-2 /dengan ajal yang bergerak/

Bait kedua ke-4 pada /namaku yang mati/

 

4. Amanat

Dari puisi 'ada sebuah dinding' ada sebuah hikmah yang di ambil. Diantaranya ialah kita harus senantiasa mengingat akan kematian yang sudah pasti akan datang. Seperti yang ada pada bait pertama larik ke-2 /dengan ajal yang bergerak/

Post a Comment

Cookie Consent
Kami menyajikan Cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.