Aku Meradang Juang

Aku Meradang Juang
Siti Patimah

Segores angan merayu hati
Ia meradu seakan tersedu.
Biarlah.. Aku melepaskan pengharapan.
Aku tak bisa bila harus melihat senjaku bersedih
Biarlah. Aku menerima duri pedih goresan  jiwa.

Aku tak bisa lagi diam terinjak
Hati ini, Selalu bergumam
Mengapaaa? Mengappaaaa aku harus mengepalkan kembali tanganku?

Berjuang, Itu tujuanku
Merebahkan sayap bak seekor burung
untuk terbang tinggi. Lebih tinggi.
dan lebih tinggi lagi.


Karawang, 6 Februari 2020

1 comment

  1. Menikmati puisi ini...
    Salam hangat.
Cookie Consent
Kami menyajikan Cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.