Imaji terberai,
Aku bingung, entah harus pergi dari semesta,
Atau menurunkan jangkar dan pergi berlabuh bersama.
Deru kian menggebu, pikiranku kacau
air laut biru berubah menjadi lautan penuh cinta membara,
Desis pohon menjadi saksi
bahwa aku ikut bersamanya.
Cintaku berlabuh juga,
Kuputuskan mengarungi samudra bersama.
Ia baik, menawariku tempat,
Sedang ia tak memiliki tempat.
Ia penolong, menolongku
Sedang ia tak bisa menolong dirinya sendiri.
Ia, kugambarkan lebih indah dari puisi.
Ia, kugambarkan pula lebih menggema daripada suara mercusuar.
Aku terpana,
mengapa aku bisa secepat ini berlabuh?
Karawang, 29 Februari 2018
#PuisiCinta #SalamLiterasi
#PuisiCinta #SalamLiterasi
