Mungkinkah, untuk bereinkarnasi kembali?
;
kembali menjadi anak dengan tangan mungil yang menggenggam permen susu. Kembali menjadi anak yang bebas menangis sesenggukan.
Kembali menjadi anak penuh tentengan tas berisi buku-buku berat yang tidak seberat beban di pundak, kembali berjalan di trotoar sore, ketika hujan baru saja mereda, dan dunia masih wangi tanah basah.
Kembali punya hati yang tidak mengerti kata, “kehilangan” dan tak pernah menghitung berapa banyak orang yang pergi meninggalkan.
Kembali menatap langit dengan polos, tanpa takut akan datangnya gelap yang sepi.
Sekarang di sini aku berdiri, sudah dewasa, tapi tidak pernah benar-benar siap, terus berharap ada pintu kecil yang bisa membawaku pulang.
